Renungan  Harian Yohanes 11: 32-44 (Tetap Percaya). Sesudah perang dunia kedua, di salah satu gudang bawah tanah di Jerman ditemukan kalimat bertuliskan, “aku percaya akan matahari meskipun ia belum memancarkan sinarnya; aku percaya akan cinta meskipun aku tidak merasakannya; aku percaya pada Tuhan meskipun Dia diam”.

Tetap Percaya

Begitu pula, Situasi yang dialami Maria dan Marta cukup menyedihkan karena Lazarus, saudaranya telah meninggal. Ketika Yesus mendengar bahwa Lazarus sakit keras, Dia sengaja menunda ke Betania. Maria sama sekali tidak kecewa, walaupun Yesus datang ketika Lazarus sudah 4 hari dalam kuburan.

Kedatangan Yesus disambut dengan baik oleh Maria dengan berkata, “sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.” Ini merupakan kalimat pengakuan iman Maria walaupun Yesus terlambat datang. Ia tetap percaya akan kuasa Yesus yang bisa mengerjakan perkara-perkara ajaib di luar jangkauan akal manusia. Ketika di kuburan, Yesus berkata, “Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” Dan sesudah berkata demikian, berserulah la dengan suara keras: “Lazarus, marilah ke luar! Hasilnya, Lazarus dibangkitkan dari kematian dan banyak orang melihat peristiwa ter- sebut percaya juga kepada-Nya.

Sebagaimana Maria, Marta dan Lazarus yang dikasihi Yesus, kitajugadikasihi.Kitaharusbelajardari kisah ini bahwa tidak selamanya Tuhan menyatakan kasih-Nya dengan menuruti semua kehendak kita. Terkadang Yesus membiarkan kita dan seolah diam Tujuannya, kita tetap percaya dan tidak tawar hati ketika situasi yang sulit. Tetaplah percaya karena Tuhan tidak pernah terlambat menolong. (thf)