Renungan Kejadian 19: 15-25 (Hukuman Mematikan).  Sejak dilantik pada 14 Maret 2013, Presiden China Xi Jinping mengobarkan perang melawan korupsi. Janji itu rupanya tidak main-main. Ratusan pejabat Negara sudah antre menunggu di hadapan regu penembak dan tiang gantungan. Ketika namanya diumumkan kejaksaan, siang hari polisi sudah menjemput dan dipastikan umurnya tidak panjang lagi. Namun, karena tidak mau dihukum mati, 6 pejabat yang korupsi bunuh diri.

Hukuman Mematikan

Begitu pula ketika Sodom-Gomora akan dimusnahkan Tuhan, dua malaikat mendesak Lot, istri dan dua anak perempuan supaya meninggalkan Sodom. Dalam pelarian itu, malaikat sudah berpesan supaya tidak menoleh ke belakang. Lot dan kedua putrinya selamat karena menuruti pesan itu. Hanya istri Lot yang tidak selamat karena melanggar pesan itu sehingga menjadi tiang garam. Dalam kisah itu, tidak ada penjelasan yang menyebabkannya. Dalam Injil, kalau ia tidak selamat, ia ingin mengambil barang-barangnya sehingga kehilangan nyawanya (Luk. 17: 31-33).

Istri Lot mati di tengah jalan. Jika bisa sabar sebentar, tentu ia selamat karena jarak antara fajar menyingsing dengan matahari terbit hanya sebentar. Selain itu, jika ia bisa sabar, tentu hartanya yang musnah di Sodom pasti diganti Tuhan. Jika ia ingat bahwa kabar pemusnahan hanya dikabarkan kepada keluarganya saja demi keselamatannya, tidak mungkin Allah membuatnya sebatang kara.

Karena itu orientasikan hidup Anda hanya kepada Tuhan bukan benda. Dalam kasus di atas, benda tidak dapat menolong hanya Allah yang menolong. Benda itu merupakan kebutuhan kita tetapi jangan orientasikan hidup Anda kepadanya. Ubahlah cara berpikir Anda. Mendekatlah hanya kepada-Nya.