Renungan Harian Hakim-Hakim 6: 11-22 ( Potensi Besar Dalam Diri ). Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi bangga melihat kemampuan yang dimiliki pembalap muda Indonesia yang akan berlaga di Moto2, Ali Adrian. Bahkan, Imam tak segan-segan menilai Adrian berpotensi untuk menjadi rider MotoGP suatu saat nanti. Imam berharap Adrian dapat meningkatkan prestasinya saat berlaga di Moto2 European Championship musim ini. “Ali ini sama dengan Rio Haryanto yang akan maju ke Formula One (F!). Ia memiliki potensi yang besar untuk menjadi rider MotoGP”, kata Imam, Rabu (20/1/2016).

Potensi Besar Dalam Diri

Begitu pula, ada pemuda asal salah satu suku bangsa Israel juga berpotensi besar dalam dirinya. Sayang, itu tak disadari sehingga ketika malaikat Allah menyampaikan pesan-Nya bahwa ia akan dipakai untuk membebaskan bangsa pilihan-Nya, Gideon tidak percaya sekalipun sang malaikat mengatakan, “Allah , menyertai engkau, ya pahlawan gagah berani”. Ketidakpercayaan Gideon tersebut sebenarnya wajar mengingat latar belakang kehidupannya. Namun itu juga sesungguhnya bukan alasan untuk Gideon minder karena ketika Allah yang mengutus kelemahan bisa menjadi luar biasa.

 

Dari pengalaman Gideon tersebut pelajaran pentingnya (1) setia orang beriman memiliki potensi besar dalam dirinya karena Allah yang disembahnya itu mahabesar. Jadi jangan meremehkan diri sendiri! (2) Jika Allah yang mengutus, Dia juga akan memperlangkapinya. (3) Percayalah bahwa bersama Allah kelemahan kita bisa menjadi kekuatan kita.

 

Belajar dari Gideon, kiranya kita semakin termotivasi untuk mengembangkan potensi diri sendiri demi kemuliaan Allah. Apa pun latar belakang kehidupan kita, jangan biarkan iblis mengintimidasi kita karena di dalam Dia, kita adalah pribadi dengan potensi yang besar! (wsp)