Khotbah Kristen | Petrus & Kornelius | Kisah Para Rasul 10: 1-36

Renungan-Harian-18-Septemberi-2019
Renungan Harian Matius 14: 22-23 | Kehilangan fokus
18 September 2019
Renungan-Harian-19-Septemberi-2019
Renungan Harian Lukas 10: 25-37 | Orang Samaria yang murah hati
19 September 2019
Show all

Khotbah Kristen | Petrus & Kornelius | Kisah Para Rasul 10: 1-36

khotbah-kristen-terbaru-dan-terlengkap

khotbah-kristen-terbaru-dan-terlengkap



Khotbah Kristen | Petrus & Kornelius | Kisah Para Rasul 10: 1-36. Kitab kisah para rasul di awali dengan sebuah panggilan Yesus agar murid menjadi saksi. (Kis 1:8). Menjadi saksi Kristus adalah sebuah panggilan mulia bagi setiap orang yang telah menjadi percaya pada Yesus, untuk memberitakan tentang keselamatan melalui Yesus Kristus. Berbicara menjadi saksi Kristus, ada beberapa hal penting yang dapat kita pelajari melalui Per-jumpaan Petrus dan Kornelius, yaitu:

  1. Injil adalah Kabar baik keselamatan yang didapat hanya dalam Yesus.

Kornelius adalah seorang roma, dia seorang perwira pasukan Italia, secara posisi dia termasuk golongan atas yang dihormati. Namun yang menariknya di ayat 2 kornelius, dihormati bukan karena kedudukannya namun karena terkenal dengan kebaikan dan kesalehannya. Dan di Ayat 4 menyatakan bahwa Allah mengingat Kornelius, mendengar doa-doanya, dan mengetahui kesalehannya. Perhatikan: Allah tidak menjadikan kesalehan Kornelius sebagai dasar pertobatannya. Dasar keselamatan hanya di dapat dengan percaya Yesus Kristus

  1. Injil bukan hanya untuk sekelompok suku, agama tertentu saja.

Pada waktu itu dalam pikiran Petrus Orang Yahudi tidak boleh bergaul dengan orang non Yahudi, dan bahkan tidak boleh masuk kerumah orang non Yahudi. Hanya orang Tahudi yang bisa selamat. Allah mengajarkan Petrus untuk membuka hati terhadap pemberitaan injil kepada orang di luar yahudi. Bahwa keselamatan diberikan bukan dengan dasar keinginan dan kehendak Allah. Yaitu keselamatan diperoleh oleh semua bangsa.

Seringkali dalam pergumulan sebagai gereja tionghoa, gereja kita dipanggil khusus untuk memberitakan injil kepada orang tionghoa. Namun bukan berarti injil hanya untuk orang-orang tionghoa. Injil diberikan kepada semua orang yang ada di sekeliling kita. Dimanapun ketika ada kesempatan untuk penginjilan, beritakanlah injil itu mau beda agama, mau beda suku, atau beda status social, Allah ingin injil diberitakan.

  1. Injil melibatkan peran Roh Kudus dan ketaatan kita.

Allah bisa saja memakai malaikat untuk langsung memberitakan Injil kepada Kornelius, namun tidak demikian, karena Allah telah mempercayakan pemberitaan Injil kepada para murid dan bukan kepada yang lain. Itulah alasan kenapa malaikat menyuruh Kornelius untuk mencari Petrus, supaya dari Petruslah Injil bisa di dengar olehnya. Disini menekankan betapa pentingnya kita menyadari bahwa tugas pemberitaan Injil adalah bagian atau peranan kita, dan bagian Roh Kudus adalah menginsyafkan/menjadikan seseorang percaya kepada Yesus.

 

– Ev. Yoseph Kandamo –

 

baca juga: Khotbah Kristen Lukas 6: 27-36 | Mengasihi Musuh: Mungkinkah?



Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan sebuah website/blog yang dibuat sebagai bentuk pelayanan pribadi dari admin di bidang multimedia. Kami hadir untuk Anda yang sedang mencari bahan renungan, ringkasan khotbah, maupun bahan cerita sekolah minggu. Kami juga merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui renungan dari setiap kontributor.

Tinggalkan Balasan