Khotbah Kristen Matius 26: 69-75 | Penyangkalan Petrus

Renungan-Harian-12-Mei-2019
Renungan Harian 2 Korintus 7: 10
12 Mei 2019
Renungan-Sekolah-Minggu-Matius-1-18-25-Teladan
Renungan Sekolah Minggu Matius 1: 18-25 | Teladan
12 Mei 2019
Show all

Khotbah Kristen Matius 26: 69-75 | Penyangkalan Petrus

Khotbah-Kristen-Matius-26-69-75-Penyangkalan-Petrus


Khotbah Kristen Matius 26: 69-75 | Penyangkalan Petrus. Beberapa hal penting:

  1. Setiap kita rentan dan tidak kebal terhadap goncangan iman yang dapat membuat kita sampai menyangkal Tuhan. “Mengalami kebaikan dan keajaiban Tuhan, tidak menjamin kita kebal untuk menyangkal Dia dalam hidup kita sehari-hari.”
  2. Kita sama lemahnya dengan Petrus. Kita tidak lebih baik dari siapapun. Satu-satunya alasan kita dapat menjadi lebih baik adalah karena anugerah Tuhan yang besar. Dia telah menyatakan pemeliharaan-Nya dan anugerah-Nya yang membuat kita menjadi seperti adanya kita sekarang. (1 Korintus 15:10)
  3. Betapa mudahnya kita mengalami naik turun dalam iman, kerohanian dan semangat. Karena itu, kalau kita sedang dalam kondisi puncak jangan lalu merasa aman dan menjadi gegabah. Melainkan tetap berjaga-jaga dan berdoa. (Matius 26:41)

Peristiwa Penyangkalan Petrus (Ayat 70-74)

Penyangkalan Petrus terjadi karena hal-hal kecil, bukan hal-hal yang besar. “Manusia bisa tidak jatuh, hanya karena kasih karunia Allah. Begitu Allah tidak menopang, maka serangan kecil pun akan menjatuhkan.” — (John Calvin)

Tingkatan Penyangkalan Petrus:

  • Ia bingung dan mencoba mengalihkan perhatian dari dirinya dengan mengubah pokok pembicaraan.
  • Ia menyangkal bahwa ia mengenal Yesus.
  • Ia rela kena kutukan tertentu kalau sumpahnya itu tidak benar.

“Dosa memang selalu membuat seseorang terus melorot ke bawah, karena dosa satu selalu
menarik pada dosa yang lain yang lebih hebat.” — (Matthew Henry)

Mengapa Petrus menyangkal Tuhan?

  1. Petrus terlalu percaya diri, sehingga ia menilai dirinya sangat hebat dan sanggup menghadapi
    situasi yang timbul dengan kekuatannya sendiri. (Matius 26:33-35; Lukas 22:33; Yohanes
    13:37) Merasa dirinya sudah berpengalaman, sudah tahu dan sudah kuat, Petrus lupa bahwa tanpa Tuhan, tidak ada yang dapat mampu menopang kita dan kejatuhan kita di dalam dosa.
  2. Petrus mengikut Tuhan dari jauh (ayat 58, 69), artinya:
    – Menjaga jarak dengan Tuhan, karena perasaan takut dan malu meliputi hatinya.
    – Tahu akan jatuh, tapi tidak mendekatkan diri dengan Tuhan.
    – Penonton bukan pemain dalam penderitaan Kristus.
  3. Petrus lupa atau mengabaikan peringatan Tuhan (ayat 75), Kristus berkali-kali mengingatkan Petrus, tetapi ia mengabaikannya. (Matius 26:31,34; Lukas 22:31-34; Yohanes 13:38)

Respon Petrus setelah penyangkalannya. (Ayat 75)

– Setelah mendengar ayam berkokok, sekarang Petrus tahu betapa besar anugerah Tuhan. Dia sadar bahwa dirinya tidak layak dikasihi Tuhan. Tetapi belas kasihan Tuhan membuat Petrus dapat dipulihkan kembali.
– Petrus menangis dengan sedihnya sebagai wujud penyesalan dan pertobatannya. Ia sedih karena sadar akan dosanya dan kesedihannya sangat dalam dan lama. “Tradisi mengatakan bahwa setelah peristiwa ini Petrus tidak pernah bisa mendengar kokok ayam tanpa bertelut dan menangis.”

Oleh: Ev. Alex Kanesa
Khotbah Kristen Matius 26: 69-75 | Penyangkalan Petrus

baca juga: Renungan Harian Roma 6:1-14 | Penyalahgunaan Kasih Karunia



Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan sebuah website/blog yang dibuat sebagai bentuk pelayanan pribadi dari admin di bidang multimedia. Kami hadir untuk Anda yang sedang mencari bahan renungan, ringkasan khotbah, maupun bahan cerita sekolah minggu. Kami juga merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui renungan dari setiap kontributor.

Tinggalkan Balasan