Ringkasan Cerita Alkitab

Bahan Cerita Sekolah Minggu Kejadian 6: 7 | Nuh orang yang Benar. Keturunan Adam turun temurun membuat manusia di dunia bertambah banyak.  Kejahatan manusia besar di bumi.  Kecenderungan hati manusia selalu membuat kejahatan.  Bumi sungguh-sungguh sudah rusak dan penuh kekerasan.    Semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi.  Sungguh mengerikan, bukan ?

Allah melihat semua itu.  Seperti lagu pujian : “Mata Tuhan melihat”.  Penilaian Allah tentang dosa tidak sama dengan penilaian manusia.   Mungkin menurut pandangan manusia ada yang menganggap ada dosa yang kecil, dosa yang sepele, dosa yang biasa-biasa saja, dosa yang umum (yang dilakukan oleh semua orang) sehingga bisa ditoleransi, dlsb.  Namun penilaian Allah lebih objektif / tepat / akurat.  Allah melihat manusia melakukan dosa, bukan saja jika sudah dalam bentuk tindakan.  Allah bahkan menyatakan manusia sudah berdosa meskipun melakukannya hanya dalam hati dan pikiran.  Sebab itu Allah menilik (memeriksa) semua manusia berdosa.  Bahkan Allah menilai bahwa keberdosaan sudah mencapai taraf yang maksimal karena manusia secara aktif (giat) berbuat dosa.

Aplikasi

Adik-adik, jika Tuhan melihat / memeriksa / menilai adik-adik, apakah yang Tuhan akan dapati tentang adik-adik ?  Apakah Tuhan akan mendapatkan bahwa adik-adik adalah orang berdosa ?

Hati Allah menjadi pilu (perih).  Setiap dosa membuat hati Allah pilu (perih).  Itulah sebabnya Allah bermaksud menghukum manusia yang berdosa.  Allah akan menghapuskan manusia telah diciptakan-Nya dari muka bumi.  Allah hendak mengakhiri hidup segala mahluk bersama dan memusnahkannya bersama-sama bumi yang berdosa itu. Hati Allah pilu ketika harus menghukum manusia yang diciptakan-Nya.  Namun memang konsekuensi berbuat dosa adalah dihukum.

Aplikasi

Adik-adik bisa bayangkan bahwa semua manusia dan bumi ini dihukum oleh Allah ?  Bagaimana perasaan adik-adik?  Akankah adik-adik merasa sedih dan menyesal atas dosa-dosa yang adik-adik lakukan dan yang semua manusia lakukan ?

Tetapi ternyata, adik-adik, ada satu orang yaitu Nuh yang Allah nyatakan sebagai orang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sejamannya.  Wah, ini suatu hal yang luar biasa !  Ketika semua manusia lainnya berbuat dosa, ternyata Nuh tidak ikut berbuat dosa.  Nuh tetap dapat memilih untuk melakukan yang benar dan menjaga dirinya untuk tidak melakukan hal-hal yang membuatnya bersalah.  Coba adik-adik bayangkan ! Apakah mudah bagi Nuh untuk bisa hidup benar di tengah masyarakat yang berdosa ?

Aplikasi

Bagaimana dengan adik-adik ?  Jika semua teman adik-adik melakukan dosa, apakah adik-adik bisa tetap bisa hidup benar ?

Bagaimana mungkin Nuh bisa hidup berbeda dengan semua orang sejamannya ? Apa kuncinya ? Apa rahasianya ? Karena Nuh hidup bergaul dengan Allah.  Apa artinya hidup bergaul dengan Allah ?

  1. Hidup bergaul dengan Allah : Nuh berjalan dengan Allah.

Simulasi

(Panggil 2 anak : Adi dan Budi) Misalkan Adi jadi Allah.  Budi jadi Nuh.  Nuh berjalan bersama Allah, berarti Budi mengikuti Allah ke manapun Allah berjalan.  (Adi boleh berjalan berkeliling di ruangan).  Sementara Nuh berjalan bersama Allah, teman-teman yang lainnya beramai-ramai berkelompok-kelompok berbuat dosa (Anak2 yang lain bisa seperti bercengkerama).  Namun Nuh tetap berjalan dengan Allah, meskipun cuma dia sendiri.

  1. Hidup bergaul dengan Allah : Nuh bercakap-cakap dengan Allah – berkomunikasi dengan Allah – mendengarkan perkataan Allah.

Ilustrasi

Di sebuah ruangan, semua anak sedang berdansa rock mengikuti musik disko yang hingar binger.  Namun ada satu anak yang gaya dansanya berbeda dengan semua yang lain.  Yaitu dia berdansa dengan gaya waltz yang mengalun.  Mengapa dia tidak terbawa dengan music disko yang begitu keras ? (Biarkan anak menebak jawabannya).  Jawabannya adalah karena ternyata, anak itu memakai headset, sehingga lagu yang didengarnya berbeda dengan lagu yang ada di ruangan itu.  Anak itu menari berdasarkan lagu waltz yang didengarnya di headset, itulah sebabnya ia juga memiliki tarian yang berbeda.

Aplikasi

Adik-adik, apakah mungkin untuk hidup berbeda dengan teman-teman sejaman adik-adik ?  Kalau pada jaman ini, teman adik-adik kecanduan gadget, suka omong kasar, selalu menyontek, dlsb, apakah adik-adik tetap dapat hidup benar ? Bisa ! Caranya ?  Hidup bergaul dengan Allah :

  1. Berjalan dengan Allah.
  2. Bercakap-cakap dengan Allah – mendengarkan dan mentaati Firman Tuhan.

Adik-adik mau ?

Allah adalah Allah yang adil.  Allah tidak memperlakukan orang benar sama seperti Allah memperlakukan orang berdosa.  Allah harus dan akan menghukum orang berdosa.  Namun Allah mau dan akan menyelamatkan orang benar.  Demikian juga terhadap Nuh.  Sekalipun Allah akan menghukum semua manusia lain, tetapi Allah memberi kasih karunia kepada Nuh.  Allah mau menyelamatkan Nuh supaya Nuh dan keluarganya bisa tetap hidup. Maka Allah menyuruh Nuh membuat bahtera.  Lalu Nuh melakukan semuanya itu tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya.

Doa Respon Firman Tuhan

Tuhan tolonglah saya untuk hidup benar dengan hidup bergaul dengan Allah.  Dalam nama Yesus. Amin.