Renungan Harian Yehezkiel 2. Apa yang harus dilakukan oleh Yehezkiel (ay. 3-7)? Bagaimana Allah menggambarkan kondisi rohani bangsa Israel?

Dikasihi Allah Walau Keras Kepala

Sewaktu membaca nats ini, kita meringis karena begitu negatifnya bangsa Israel di mata Allah. Dia menyebut mereka dengan aneka istilah yang sangat buruk: “pemberontak”, “durhaka”, “keras kepala”, “tegar hati”, “onak dan duri”, serta “kalajengking”. Ini menunjukkan betapa kondisi rohani bangsa Israel yang hancur dan bejat di hadapan Allah. Bangsa Israel sepatutnya menerima hukuman yang berat dari Allah karena mereka telah menyimpang jauh dari kehendak-Nya.

Namun, di sinilah letak anugerah Allah, Dia tidak serta merta langsung menghukum bangsa yang berdosa ini. Melainkan, Dia mengutus Yehezkiel untuk menyerukan peringatan-Nya kepada mereka. Peringatan ini bukan untuk menakut-nakuti mereka tetapi untuk menyadarkan dan mengembalikan mereka kepada Allah. Peringatan ditujukan untuk melahirkan pertobatan bangsa Israel. Tampaknya, Allah masih memberikan kesempatan kepada bangsa yang keras kepala ini. Inilah bukti kasih Allah kepada mereka walaupun mereka tiada henti menyakiti hati-Nya.

Apakah Anda saat ini sedang dalam kondisi seperti bangsa Israel? Terus menerus berbuat dosa tanpa menyesalinya. Anda, tanpa sadar, telah menjadi seorang yang keras kepala terhadap peringatan Tuhan. Biarlah Firman Tuhan selama seminggu ini mengingatkan Anda bahwa Tuhan masih mengasihi Anda. Dia ingin Anda bertobat! (Renungan Harian Yehezkiel 2 – GKBJ)