Renungan-Harian-2-Petrus-3-1-16-Menunggu-dalam-Kepastian
Renungan Harian 2 Petrus 3: 1-16 | Menunggu dalam Kepastian
10 Februari 2019
Renungan-Harian-Pengkhotbah-3-1-15-Belajar-atau-Menjadi
Renungan Harian Pengkhotbah 3: 1-15 | “Belajar” atau “Menjadi”
11 Februari 2019
Show all

Renungan Harian Matius 5: 1-2

Renungan-Harian-11-Februari-2019


Renungan Harian Matius 5: 1-2. Yesus semakin terkenal di daerah Yudea, dan orang-orang berbondong-bondong mengikutiNya. Suatu kali Yesus naik ke atas bukit untuk mengajar orang banyak dari sana. Kita menyebut ini sebagai “Khotbah di bukit”, dapat kita temukan dalam Matius 5-7 Untuk sekitar 3 (tiga) minggu ke depan, kita akan berbicara mengenai khotbah di bukit dan kekayaan di dalamnya. Sebuah kekayaan spiritual yang begitu luas dan dalam. Yesus memulai khotbah-Nya ini dengan kumpulan statement yang dikenal sebagai “Ucapan Bahagia (Beatitudes)”.

APAKAH ARTINYA?

“Berbahagia” juga berarti “diberkatilah”. Ketika Alkitab mengatakan berbahagia/diberkatilah, ini bukan berarti hidup akan selalu aman dan tentram. Kata “berbahagialah” ini mengacu pada sebuah keadaan damai dan kehidupan yang baik karena Allah telah mengampuni dosa kita dan kita hidup untuk kemuliaan-Nya. Ini seperti mengatakan, “Berkat Tuhan ada pada kita jika kita memiliki kualitas hati yang demikian”. Yesus berusaha untuk mengubah pola pikir para pendengar pada zaman itu. Pada zaman perjanjian lama, orang Yahudi berusaha untuk memperoleh perkenanan Tuhan dengan melakukan seluruh perintah Allah. Tetapi melakukan perintah Allah tidaklah dapat menebus/ mengampuni dosa manusia. Hukum taurat menunjukan betapa berdosanya manusia dan manusia sangat membutuhkan sang Juruselamat (Roma 3:20). Kedatangan Yesus, sang Mesias, menandakan sebuah era baru, yaitu “Kerajaan Allah” yang Yesus katakana dalam Mrk. 1:15. Manusia tidak perlu lagi melakukan ritual keagamaan dan persembahan hewan kurban. Yesus melakukan hukum itu dengan begitu sempurna dan ia mati di kayu salib sebagai persembahan yang paling sempurna. Pengampunan dan pembenaran didapatkan hanya melalui Yesus.

Jadi, melalui khotbah di bukit, Yesus menyampaikan bahwa jika kita sungguh ingin memiliki hidup yang diberkati bukanlah dengan melakukan seluruh hukum taurat, tetapi mengenai apa yang ada di dalam hati kita. Ikutilah teladan
yang Yesus berikan, maka kita akan diberkati.

LALU APA YANG HARUS DILAKUKAN?

Bacalah seluruh ucapan bahagia yang terdapat dalam Mat. 5:3-11!

TAHUKAH ANDA?

Khotbah di bukit merupakan khotbah terpanjang Tuhan Yesus yang tercatat dalam Alkitab dengan begitu jelas dan detil.

Baca juga: Renungan Harian Remaja Matius 25: 1-13 | Waspada, Jangan Terlambat!



Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan sebuah website/blog yang dibuat sebagai bentuk pelayanan pribadi dari admin di bidang multimedia. Kami hadir untuk Anda yang sedang mencari bahan renungan, ringkasan khotbah, maupun bahan cerita sekolah minggu. Kami juga merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui renungan dari setiap kontributor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *