Renungan Harian Ezra 10:1-14 | Menangisi Dosa

Renungan-Harian-1-Timotius-1-12-17-Tanda-Kedewasaan-Rohani
Renungan Harian 1 Timotius 1:12-17 | Tanda Kedewasaan Rohani
10 Desember 2017
Renungan-Harian-Mazmur-24-Siapakah-Yang-Murni-Hatinya
Renungan Harian Mazmur 24 | Siapakah Yang Murni Hatinya?
12 Desember 2017
Show all

Renungan Harian Ezra 10:1-14 | Menangisi Dosa

Renungan-Harian-Ezra-10-1-14-Menangisi-Dosa


Renungan Harian Ezra 10:1-14. Ilmu pengetahuan alam meyakini bahwa hanya manusia satu-satunya makhluk hidup yang menangis ketika tersakiti. Lebih lanjut, menurut penelitian ilmiah, seseorang mengeluarkan air mata rata-rata sebanyak 65 liter atau sekitar 1.850.000 tetes selama hidupnya. Pertanyaan berapa persen dari air mata yang tercucurkan itu untuk menangisi dosa kita? Ataukah lebih banyak air mata yang mengalir untuk hal-hal seperti kehilangan barang duniawi dan sebagainya?

Dalam kisah ini, Ezra dan seluruh bangsa Israel menangis karena mereka menyadari akan dosa mereka. Tangisan mereka menjadi wujud nyata akan penyesalan mereka yang sangat dalam. Mereka telah melanggar perintah Taurat yang melarang mereka untuk menikah dengan wanita bangsa asing. Sesungguhnya, menangisi dosa-dosa kita merupakan suatu tindakan yang menyentuh hati Tuhan. Ketika kita menangisi dosa, kita sedang mempertajam ketidaksukaan kita akan dosa. Di masa persiapan Paskah ini, menangisi dosa menjadi disiplin rohani yang indah di mata Tuhan.

Renungkan

Mengapa Ezra dan bangsa Israel menangis (ay. 1)?
Apa dosa bangsa Israel (ay. 2-4, 10-12)?

Kapan Anda terakhir menangisi dosamu? Biarlah dalam masa persiapan Paskah ini, hati kita kembali dihancurkan oleh kekudusan-Nya sehingga kita mampu melihat betapa jahatnya dosa itu di mata Tuhan. (Renungan Harian Ezra 10:1-14 – GKBJ)



Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan sebuah website/blog yang dibuat sebagai bentuk pelayanan pribadi dari admin di bidang multimedia. Kami hadir untuk Anda yang sedang mencari bahan renungan, ringkasan khotbah, maupun bahan cerita sekolah minggu. Kami juga merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui renungan dari setiap kontributor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *