Renungan Harian Amsal 1: 1-7 | Perbedaan Pengetahuan Dan Hikmat

Renungan-Harian-Lukas-10-38-42-Bagian-Yang-Tidak-Akan-Hilang
Renungan Harian Lukas 10: 38-42 | Bagian Yang Tidak Akan Hilang
2018
Renungan-Harian-Amsal-2-Sikap-Terhadap-Hikmat
Renungan Harian Amsal 2 | Sikap Terhadap Hikmat
2018
Show all

Renungan Harian Amsal 1: 1-7 | Perbedaan Pengetahuan Dan Hikmat

Renungan-Harian-Amsal-1-1-7-Perbedaan-Pengetahuan-Dan-Hikmat


Renungan Harian Amsal 1: 1-7. Apa perbedaan pengetahuan dan hikmat? Mengapa itu berbeda dan mengapa itu sama?

Perbedaan Pengetahuan Dan Hikmat

Pengetahuan diidentikkan dengan informasi yang tepat, sedangkan hikmat didefinisikan sebagai kemampuan untuk menggunakan informasi yang tepat itu pada waktu dan cara yang tepat. Di kitab Amsal, Raja Salomo tidak membedakan keduanya; istilah pengetahuan dan hikmat dipakai silih berganti untuk mewakili makna yang sama yakni bijaksana. Hikmat berawal dari kemampuan untuk melihat dan mendengarkan.

Pada waktu Salomo diangkat menjadi raja, ia berdoa, berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang paham (1Raj. 3:9). Kata paham disini berasal dari akar kata mendengar, tetapi bukan asal mendengar, melainkan mendengarkan dengan penuh perhatian. Orang yang bodoh tidak berhikmat tidak bersedia mendengarkan siapa pun termasuk Tuhan. Orang yang tidak mendengarkan Tuhan, Sang Sumber hikmat, adalah orang yang tidak takut kepada Tuhan.

Ada orang yang kaya namun bodoh dan ada orang yang berpendidikan tinggi tetapi bodoh; ternyata, kaya dan cerdas tidak sama dengan bijaksana. Hikmat tidak diperoleh lewat kekayaan atau kecerdasan; hikmat didaptkan dari takut akan Tuhan. Orang yang takut akan Tuhan adalah orang yang dipimpin oleh Tuhan; setiap langkah yang diambilnya merupakan hasil tuntunan Tuhan dan Tuhan tidak akan membiarkannya tersesat.

Orang yang bijak adalah orang yang tahu diri, menyadari keterbatasannya; itu sebabnya ia bersedia menerima didikan baik dari Tuhan maupun sesamanya. Sebaliknya, orang bodoh adalah orang yang tidak tahu diri, tidak menyadari keterbatasannya dan menganggap diri mengetahui segalanya.

Dalam mengambil keputusan, jangan cepat-cepat berkata, ya atau tidak. Jawablah dengan, tunggu! menunggu kehendak dan pimpinan Tuhan. Inilah awal dari hikmat.

Baca juga: Renungan Harian Roma 3: 21-31 | Mengembalikan kemuliaan Allah yang telah hilang


Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui firman Tuhan setiap hari. Semoga melalui setiap artikel yang dibagikan dapat menjadi berkat bagi banyak orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *