Kumpulan-Renungan-Harian-Anak-Sekolah-Minggu
Renungan Anak Mazmur 139: 13-17 (Hidup Bahagia)
11 Januari 2020
Kumpulan-Renungan-Harian-Anak-Sekolah-Minggu
Renungan Anak Efesus 6: 1-3 (Orang Tua Tersayang)
12 Januari 2020
Show all

Renungan Harian 1 Timotius 3: 15

Renungan-Harian-12-Januari-2020

Renungan-Harian-12-Januari-2020

Sepanjang sejarah peperangan, tentara yang paling besar dengan perlengkapan terbaik biasanya menang. Tetapi pada zaman kuno, ketahanan suatu kerajaan seringkali bergantung pada benteng yang besar dan tidak dapat dihancurkan. Apabila ibu kota tidak dijaga dengan tembok, menara, dan pertahanan lain, kerajaanmu pasti kalah.

Pada akhirnya, tentara mempelajari apabila mereka tidak dapat memanjat tembok atau menggali di bawahnya, mungkin mereka dapat menerobos masuk. Jadi, mereka mulai menggunakan alat pemukul dinding, ketapel tempur, menara pengepungan, dan alat-alat besar lain yang dapat menghancurkan tembok pertahanan. Para orang Romawi, misalnya, menjadi ahli dalam perang pengepungan setelah memperluas kerajaan mereka selama masa Perjanjian Baru.

Semakin berkembangnya teknologi penerobos tembok dan senjata, semakin berkembang juga desain tembok pertahanan. Arsitek kuno terus menerus mencari cara baru untuk memperkuat benteng kota. Itu merupakan permainan kucing-tikus yang beresiko tinggi dan tiada akhir antara kubu menyerang dan kubu bertahan.

Dengan latar belakang inilah rasul Paulus menulis ayat hari ini.

Apakah artinya?

Paulus mengatakan bahwa gereja merupakan “tiang penopang dan dasar kebenaran.” Dalam arsitektur, tiang dan dasar merupakan sistem kerangka suatu struktur. Penopang merupakan struktur batu yang kokoh yang memberikan tunjangan dan kekokohan tambahan bagi suatu tembok.

Bagaimanapun juga, gambaran Paulus jelas: seperti suatu benteng yang tidak dapat diboboli, gereja seharusnya mempertahankan kebenaran Allah. Kebenaran itu ialah Injil, kabar baik bahwa keselamatan dari dosa hanya ada melalui Yesus seorang.

Sejak gereja mula-mula ada dan Injil mulai diberitakan ke berbagai penjuru, gereja banyak kali diserang. Pengajaran sesat mulai merasuki gereja bagaikan segerombolan penjarah. Beberapa orang mempertanyakan ketuhanan Yesus. Beberapa yang lain membuat klaim bahwa keselamatan bukan saja datang dari iman, berlawanan dengan apa yang Injil sampaikan. Dan ada banyak lagi klaim-klaim yang salah.

Hal yang sama pun terjadi hari ini. Agama sesat menjamur. Beberapa “memberitakan Yesus yang lain” (2 Korintus 11:4) selain dari yang dikisahkan Alkitab. Bahkan ada juga yang memberitakan bahwa Yesus tidak ada sama sekali.

Tetapi Firman Tuhan hari ini memanggil gereja untuk berdiri teguh. Orang Kristen harus mempertahankan Injil dan melindunginya dari serangan musuh. Ancaman yang datang melawan kebenaran ini nyata. Tetapi Yesus berjanji dalam Matius 16:18, gereja Tuhan akan menang!

Lalu apa yang harus dilakukan?

Ini merupakan peperangan yang membutuhkan kontribusi semua orang untuk mempertahankan Injil. Berdoalah dan tanya orang tua Anda bagaimana Anda dapat menjadi “tiang penopang dan dasar kebenaran.”

Tahukah anda?

Bangsa Romawi menggunakan perang pengepungan untuk menga­lahkan kota Yerusalem pada 70 Masehi, yang mengakibatkan Bait Allah di Yerusalem hancur mana Yesus bangkit dari kematian.

Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan sebuah website/blog yang dibuat sebagai bentuk pelayanan pribadi dari admin di bidang multimedia. Kami hadir untuk Anda yang sedang mencari bahan renungan, ringkasan khotbah, maupun bahan cerita sekolah minggu. Kami juga merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui renungan dari setiap kontributor.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: