Renungan Harian Amsal 21: 17 ( Kesenangan dan Kemiskinan ). Pada umumnya orang menyukai kesenangan. Bahkan, ada sebagian orang yang mengejar kesenangan dengan segala cara. Kita tidak berpikir tentang harga yang mungkin perlu kita bayar pada masa depan jika kita tidak menunda kesenangan.

 

Akan tetapi, penulis Amsal memberi kita bukti bahwa firman Allah dirancang untuk segenap kehidupan. Tidak ada ranah kehidupan manusia yang terabaikan dalam kitab ini. Kitab ini memuat banyak ajaran tentang realitas-realitas terpenting yang kita hadapi. Topik-topik seperti seks dan pernikahan mendapat bagian yang cukup besar (Ams. 5: 7, 31: 10-31). Kita juga menjumpai tentang kepemimpinan yang jujur (8: 15; 20: 28; 29: 4).

Kesenangan dan Kemiskinan

Akan tetapi, Amsal yang kita baca hari ini menunjukkan poin penting bahwa pecinta kesenangan akan membawa mereka dalam kemiskinan. Jika kita hidup untuk kesenangan jangka pendek, kesenangan jangka pendek itulah yang akan kita terima. Kita akan terus kekurangan uang ketika kita mendapatkannya jika kita menggunakannya untuk menikmati setiap kesenangan yang bisa kita dapatkan. Tidak ada sisa untuk masa depan dan tidak ada kekayaan yang terus meningkat melalui investasi.

 

Karena itu, jika mengejar berkat Allah sebagai tujuan akhir, kita tidak akan pernah mendapatkannya. Seperti orang yang cinta uang tidak akan puas dengan uang (Pkh.5: 10), orang yang cinta kesenangan tidak akan puas dengan kesenangan. Akan tetapi, orang yang mencari Tuhan di atas segalanya akan puas dan sejahtera dalam Tuhan. Tuhan menghendaki kita memandang masa depan sehingga kita bisa menunda kesenangan demi suatu kebaikan yang lebih besar. (sur)