Renungan Harian Ibrani 12: 1-17 (Disiplin Kerja) Disiplin kerja merupakan proses perkembangan konstruktif bagi pegawai yang berkepentingan karena disiplin kerja ditunjukkan pada tindakan bukan orangnya. Disiplin juga sebagai proses latihan pada pegawai agar para pegawai dapat mengembangkan kontrol diri dan dapat menjadi lebih efektif dalam bekerja. Dengan demikian pegawai yang melanggar disiplin perlu diberi sanksi yang sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tujuan sanksi adalah memperbaiki pegawai yang melanggar, memelihara peraturan yang berlaku, dan memberikan pelajaran bagi pelanggar. Berat atau ringannya sanksi tergantung bobot pelanggaran yang telah terjadi.

Disiplin Kerja

Demikian juga maksud pendisiplinan yang Allah lakukan terhadap umat-Nya, termasuk kita. Allah tidak bermaksud agar kita susah melainkan demi kedewasaan karakter dan kerohanian kita sebagai anak-Nya sehingga kita sempurna seperti Yesus Kristus, Sang Putra Allah.

 

Pendisiplinan Allah tidak sama dengan tindakan personalia ketika ia menghukum karyawan yang bersalah. Pendisiplinan Allah tidak selalu karena kita telah berdosa. Benar, Allah akan “memukul” anak-anak-Nya jika mereka memberontak dan menolak untuk bertobat tetapi kadang-kadang Allah mengizinkan penderitaan dalam hidup kita karena Dia ingin membangun dan menolong kita tumbuh dewasa. Allah ingin menyempurnakan iman kita dan membuat kita tumbuh di dalam Kristus.

 

Sebagai pekerja, sering kita diperhadapkan dengan berbagai tantangan dan persoalan. Semua itu tak jarang membuat kita mengeluh bahkan marah kepada Allah karena tak tahan dengan pendisiplinan-Nya. Melalui renungan hari ini, kiranya pikiran dan hati kita terbuka, sehingga kita yakin bahwa Allah selalu menguasai keadaan dan Dia baik adanya. (aw)