Renungan Lukas 1: 41-52 (Naik Pangkat). Bagi sebagian orang, menjadi anggota polisi merupakan hal sulit. Di samping proses seleksi yang ketat, katanya ada sogokan dan faktor jaringan. Hal tersebut juga bagi Bripda Noer Isal Rizky. Isal adalah satu dari sekian ribu peserta yang lolos pendaftaran Brigadir Polisi Tahun Ajaran 2013 silam. Namun, tanpa harus mengeluarkan uang dan mengandalkan jaringan, Isal lolos melewati semua tahapan seleksi. Sebelum jadi anggota polisi, Isal bekerja serabutan sebagai juru parkir di depan kantor leasing WOM Finance di Jl HOS Cokroaminoto, Ciledug Raya, Tangerang Selatan. Keinginan Isal tersebut awalnya disangsikan keluarga karena hanya berasal dari keluarga sederhana.

Naik Pangkat

Sejalan dengan pengalaman Isal, firman Allah juga menegaskan bahwa Dia yang meninggikan dan merendahkan manusia (bdk. Mat. 23: 12). Tidak ada seorang pun yang sanggup menolak atau membatalkan kehendak Tuhan. Demikian juga yang dialami Maria, kerelaannya melakukan kehendak Allah membuat hidupnya benar-benar berubah bahkan tak sedikit risiko yang harus ditanggungnya. Namun di atas segala risiko itu, luar biasanya Maria malah memuji Allah. Dalam pujian itu Maria menyaksikan bahwa Allah berkuasa sehingga Dia bisa meninggikan orang-orang yang rendah hati dan merendahkan orang-orang yang tinggi hati. Dari penggalan pujian Maria itu, pelajaran pentingnya adalah meninggikan diri sendiri adalah awal dari kehancuran. Sebaliknya. kerendahatian awal dari keberhasilan.

 

Mari kita terus bertumbuh menjadi pribadi yang membanggakan hati Allah, dengan hidup rendah hati. Sebab, bukan kuat dan gagah kita yang membuat kita berhasil, melainkan oleh kuasa Roh Kudus yang mendorong kita maju terus. (ndd)