Renungan Harian Filipi 4: 2-9 ( Amunisi Terakhir ). Film Fury yang berlatar belakang Perang Dunia II menggambarkan bagaimana seharusnya orang Kristen bersikap di tengah masalah yang sepertinya tak ada harapan. Sikap prajurit Norman Ellison kala menyaksikan teman-temannya gugur di medan perang sungguh menyakitkan. Terlebih, ia adalah prajurit yang masih amatir. Pertolongan datang padanya kala sang sersan memberi tahu cara menyelamatkan diri dan ia pun selamat dari pasukan NAZI. Tak hanya di situ, saat dirinya tertangkap tentara NAZI yang masih amatir pun Tuhan menyelamatkannya.

Amunisi Terakhir

Begitu pun hidup khususnya dalam hal karir. Roda kehidupan akan terus berputar sehingga ada kalanya kita akan mengalami masa-masa kejayaan. Ada saatnya kita akan mengalami masa-masa sukar. Ada masa kita mendapat promosi, selalu menang tender, atau naik gaji, tetapi tak jarang kita akan sering diomeli atasan karena pekerjaan. Sudah berusaha yang terbaik tetapi di mata atasan tetap saja salah. Bersukacita. Ya, bersukacitalah karena Kristus, bukan karena keadaan baik-baik saja. Tunjukkan sukacita itu dengan bersyukur, minimal untuk pekerjaan yang kita miliki saat ini, mengingat ada banyak orang yang sulit mendapak pekerjaan. Bersyukurlah karena setidaknya, Kristus setia pada kita dalam segala keadaan!

 

Jika hari ini kita kehilangan sukacita, mari ingat kembali perbuatan Yesus dalam hidup kita. Gunakan amunisi terakhir, yaitu bersyukur kepada Tuhan untuk bersukacita dan merasakan damai sejahtera Tuhan melingkupi diri kita. Percayalah, ketika dalam masa sukar kita mampu bersyukur, hati ini akan tetap tenang sehingga kita bisa menikmati setiap proses dalam hidup ini sebagai orang percaya. (rmn)