Renungan Harian Markus 1: 39-42 (Mencegah Kusta). Bakteri Mycobacterium leprae menjadi penyebab utama penyakit kusta. Bakteri ini tumbuh pesat di bagian tubuh bersuhu lebih dingin seperti tangan, wajah, kaki, dan lutut. Pengobatan kusta kering berlangsung 6 bulan dengan rajin mengkonsumsi obat selama 28 hari setiap bulannya. Sedangkan kusta basah dilakukan selama 12 bulan. Tujuan pengobatan adalah memutus mata rantai penularan, menyembuhkan penderita, dan mencegah kecacatan. Menurut info yang saya terima, harga obat anti kusta adalah Rp115.000,00.

Mencegah Kusta

Dengan biaya pengobatan seperti itu apalagi dikalikan dengan bulan saat proses penyembuhan, tentu sangat mahal meskipun Yesus sanggup membuat mukjizat. Seperti ayat di atas, penyakitnya lenyap seketika. Sebelumnya, beban sosialnya sangat berat. Menurut PL, ia harus diasingkan (Im. 13: 45-46). Beban psikologisnya terlihat ketika menanyai Yesus, “Kalau Engkau mau…” Salah satu arti kata “kalau” adalah menandai syarat (KBBI). Kata “mau” artinya sungguh-sungguh suka hendak; suka akan; sudi (KBBI). Kalau syarat diajukan kepada-Nya, mungkin ia berpikir 50%-50%. Ia berharap kustanya disembuhkan sehingga tidak diasingkan lagi. Ia ragu-ragu Yesus menolaknya dan tidak sudi menahirkan karena penyakitnya yang menular membuat-Nya juga bisa tertular.

Baik pengobatan maupun mukjizat merupakan tindakan kuratif. Supaya uang tidak habis untuk biaya penyembuhan dan berharap mukjizat meski tidak salah, lebih baik mencegah. Caranya 1) menghindari dengan jangka waktu yang lama dengan penderita kusta, 2) tidak bertukar pakaian dengan penderita, karena bakteri juga terdapat pada kelenjar keringat, 3) memisahkan alat-alat makan dan kamar mandi penderita kusta. (abr)