Renungan-Harian-26-Februari-2019
Renungan Harian Matius 6: 1
26 Februari 2019
Renungan-Harian-27-Februari-2019
Renungan Harian 1 Tesalonika 5: 17
27 Februari 2019
Show all

Bahan Cerita Sekolah Minggu Matius 11:2-19 | Yohanes Pembaptis

7a-Matius-11-2-19-Yohanes-Pembaptis


Ringkasan Cerita Alkitab

Bahan Cerita Sekolah Minggu Matius 11:2-19 | Yohanes Pembaptis. Yohanes Pembaptis dipanggil  dan diutus oleh Allah untuk mendahului  kedatangan Yesus dan mempersiapkan jalan bagi pelayanan Yesus.  Kedatangan Yohanes Pembaptis sudah dinubuatkan dalam kitab nabi dan kitab Taurat (Mat 11:13-14).  Yohanes Pembaptis dikatakan sebagai Elia yang akan datang karena  pelayanan Yohanes Pembaptis  seperti nabi Elia dalam  Perjanjian Lama, yaitu memberitakan berita pertobatan dan memanggil orang-orang untuk berbalik dari dosa-dosa mereka.  Banyak orang yang datang kepada Yohanes Pembaptis untuk dibaptis sebagai tanda pertobatan mereka. Orang-orang banyak mengakui dosa-dosa mereka dan mau hidup berbalik kepada Allah.  Dengan cara demikianlah Yohanes Pembaptis membuat orang-orang siap untuk menyambut kedatangan Yesus yang memberitakan Kerajaan Allah sekaligus yang adalah Mesias yang Allah telah janjikan sejak manusia pertama jatuh ke dalam dosa.

Setelah membaptis Yesus, Yohanes Pembaptis juga sambil menunjuk kepada Yesus mengatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Yesus adalah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.  Dengan kata lain, Yohanes Pembaptis mengatakan bahwa Yesus adalah Mesias itu.  Murid-murid-Nya kemudian mengikuti Yesus.  Yohanes Pembaptis rela merendahkan diri dan meninggikan Yesus seperti yang dikatakannya :” Dia harus semakin bertambah, aku harus semakin berkurang.”

Demikian juga setelah dirinya dimasukkan ke dalam penjara, Yesus memulai pelayanan-Nya memberitakan Injil dan memanggil orang-orang untuk bertobat sebab Kerajaan Allah sudah dekat.  Yesus bahkan melakukan banyak mukjizat, menyembuhkan orang banyak dari berbagai penyakit, bahkan mengusir roh jahat dari orang-orang yang dirasuknya.  Berita tentang  Yesus dan segala yang dilakukannya semakin tersebar sehingga semakin banyak orang yang datang kepada Yesus.

Tetapi tidak banyak orang yang mengenal siapa Yesus sesungguhnya.  Yohanes Pembaptispun dari dalam penjara mendengar tentang pekerjaan Yesus meminta murid-muridnya untuk bertanya kepada Yesus : “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah menantikan orang lain?” (Mat 11:3-5)

Aplikasi

Ada masanya kita bimbang dalam mengikut Yesus.  Ada kalanya kita suatu waktu merasa yakin bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat.  Namun di saat kita lemah, kita bisa bertanya-tanya tentang Tuhan : apakah Yesus sungguh-sungguh Tuhan dan Juruselamat?  Lebih jauh lagi kita mungkin akan bertanya-tanya :  “Apakah Tuhan itu ada? Apakah Tuhan peduli kepada saya … ? Apakah Tuhan mengerti kesusahan saya ?  Apakah Tuhan berkuasa menolong saya ?”

Yesus menjawab pertanyaan Yohanes Pembaptis melalui murid-muridnya.  Yesus meminta murid-murid Yohanes Pembaptis menyampaikan apa yang mereka dengar dan mereka lihat tentang pekerjaan Yesus.  Artinya Yesus meminta murid-murid Yohanes Pembaptis menjadi saksi mata  atas segala pekerjaan Yesus : orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan, dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.”

Pekerjaan Yesus yang penuh kuasa dan penuh kemurahan merupakan penyataan siapa Dia sesungguhnya, yaitu Mesias yang berkuasa menyelamatkan hidup manusia.   Demikianlah Yesus meneguhkan Yohanes Pembaptis, yaitu dengan pengenalan akan siapa Yesus yang sesungguhnya.

Aplikasi

Demikian juga kita bisa diteguhhkan kembali dalam iman kita kepada Yesus dengan cara kita mengenal Yesus lebih dalam lagi, bahkan mengalami siapa Yesus yang sesungguhnya dalam hidup kita.  Kita perlu lebih lagi belajar Firman Tuhan untuk mengenal Yesus dan lebih sungguh-sungguh lagi mengikut Yesus untuk mengalami  kuasa-Nya dan kemurahan-Nya dalam hidup kita.

Yesus berkata : “Berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku” (Matius 11:6). Jika kita menjadi orang-orang yang terus percaya dan bersandar kepada Yesus, apapun situasi kehidupan kita, terutama ketika kita mengalami kesulitan yang besar sekalipun, maka Yesus berjanji kita akan menjadi orang-orang yang berbahagia  / orang-orang yang beruntung / orang-orang  yang diberkati.

Adik-adik mau ?  Tetaplah percaya kepada Yesus, jangan pernah meragukan Yesus.  Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat dunia,  Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat adik-adik.

Yesus bukan saja meneguhkan Yohanes Pembaptis tentang imannya dan pengenalannya kepada Yesus, namun juga meneguhkan siapa dan apa panggilan Yohanes Pembaptis di hadapan orang-orang banyak.  Yesus berkata bahwa sudah ada tulisan / nubuatan tentang  Yohanes Pembaptis  (Mat 11:10-14) : Yohanes Pembaptis adalah utusan Allah, yang hadir lebih dulu dari Yesus, untuk membuka jalan bagi pelayanan Yesus.  Yesus menyatakan bahwa pelayanan Yohanes Pembaptis demikian penting dan bahwa ia adalah Elia yang akan datang itu.  Yesus mendorong orang  banyak untuk mengakui Yohanes Pembaptis serta menerima segala pelayanan yang dilakukannya sesuai dengan panggilan dan pengutusan Allah.

Aplikasi

Tuhan Yesus  juga tidak saja akan meneguhkan adik-adik dalam imannya dan pengenalan adik-adik kepada Yesus, namun juga meneguhkan siapa dan apa panggilan adik-adik di hadapan orang-orang banyak.  Itulah yang paling berarti dan berharga dalam hidup kita, yaitu diakui oleh Tuhan Yesus – dinyatakan oleh Tuhan Yesus sendiri siapa adik-adik bagi Tuhan Yesus dan apa yang adik-adik sudah lakukan buat Tuhan Yesus.  Pengakuan dari Tuhan Yesus atas panggilan hidup kita lebih penting daripada perkataan ataupun pujian dari manusia sekalipun.

 

Ilustrasi

Ada seorang pianis yang sedang melakukan konser.  Setelah memainkan sebuah lagu, para penonton bertepuk tangan untuknya.  Pianis itu  memandang ke atas balkon dan wajahnya belum mengekspresikan sukacita.  Lalu dia memainkan lagu ke-2 dengan begitu indahnya.  Penonton bertepuk tangan begitu meriahnya bahkan sambil berdiri memberi penghormatan kepadanya.  Pianis itu kembali memandang ke atas balkon dan wajahnya tetap belum mengkespresikan sukacita.  Kemudian pianis itu memaninkan lagu yang ke-3 dan setelah itu ia kembali menatap ke atas balkon.  Barulah kali ini pianis itu dengan wajah yang sukacita memandang kepada para penonton yang begitu riuh dengan tepuk tangan mereka.  Mengapa pianis itu selalu memandang ke balkon dan mengapa baru pada lagu ke-3 ia menunjukkan wajah sukacita ?  Karena di atas balkon itu ada gurunya.  Gurunyalah yang menilai apakah permainan pianonya itu bagus atau tidak.  Sekalipun para penonton sudah memujinya, namun pianis itu hanya menantikan gurunya puas terhadap permainan pianonya.  Dan ketika gurunya tersenyum puas dengan permainan pianonya pada kali yang ke-3, barulah pianis itu bisa tersenyum dengan sukacita.  Demikian juga dengan adik-adik, yang menilai adik-adik adalah Tuhan Yesus, bukan manusia.  Pengakuan dari Tuhan Yesus atas panggilan hidup kita lebih penting daripada perkataan ataupun pujian dari manusia manapun .

Maukah adik-adik tetap teguh dalam iman dan pengenalan akan Tuhan Yesus ?  Roh Kudus akan meneguhkan iman dan pengenalan adik-adik akan Tuhan Yesus.

Maukah adik-adik hanya bersukacita karena Tuhan Yesus berkenan / puas kepada adik-adik ?

 

Doa Respon

Tuhan Yesus tolonglah saya untuk selalu yakin bahwa Engkau adalah Tuhan dan Juruselamat yang penuh kuasa dan kemurahan dalam hidupku.  Dalam nama  Tuhan Yesus, saya berdoa. Amin.

 

Proyek Kelas

Sharing saat dan penyebab iman adik-adik lemah dan mulai meragukan kuasa dan kasih Tuhan.



Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan sebuah website/blog yang dibuat sebagai bentuk pelayanan pribadi dari admin di bidang multimedia. Kami hadir untuk Anda yang sedang mencari bahan renungan, ringkasan khotbah, maupun bahan cerita sekolah minggu. Kami juga merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui renungan dari setiap kontributor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *