Kumpulan-Renungan-Harian-Remaja-Terbaru-dan-Terlengkap2
Kumpulan-Renungan-Harian-Remaja-Terbaru-dan-Terlengkap2

Renungan Remaja Kejadian 37: 12-36 (Mengelola Emosi)

Daftar Isi

Renungan Remaja Kejadian 37: 12-36 (Mengelola Emosi). Ada banyak orang yang ngga bisa menahan dorongan emosinya lalu ngelakuin hal-hal yang justru merugikan diri mereka sendiri bahkan mendatangkan penyesalan berkepanjangan. Hal inilah yang dilakukan oleh kakak-kakaknya Yusuf. Kemarahan yang diawali dari iri hati bikin mereka tega melemparkan Yusuf ke dalam sumur lalu menjualnya sebagai budak. Perbuatan ini jahat banget. Tapi waktu itu mereka seolah keilangan akal sehat dan hati nurani sekaligus. Barulah di kemudian hari waktu kelaparan melanda seluruh negeri dan mereka harus ngerelain Simeon sebagai jaminan agar mereka bisa memperoleh gandum, mereka inget sama Yusuf dan nyesel banget.

Mengelola Emosi

Tau gak, kalo peristiwa Yusuf dan akak-kakaknya itu terjadi di zaman sekarang, itu para kakaknya Yusuf udah pasti masuk penjara atas kejahatan “human trafficking” ato perdagangan manusia. Berat Iho hukumannya! Sering juga kita denger berita tentang orang-orang yang gelap mata lalu menganiaya bahkan ngambil nyawa orang karena emosi cuma gegara perkara-perkara receh doang. Buntut-buntutnya mereka ngedekam di balik jeruji besi.

Lebih baik menahan amarah daripada kita nyesel di kemudian hari.  Setiap emosi berupa kemarahan yang dilampiaskan dengan ngga terkendali pasti akan membawa konsekuensi buruk.  Itulah makanya fir-Tu bilang amarah manusia ngga ada bagus-bagusnya di mata Tuhan.

Karena kebanyakan tindakan yang disertai kemarahan tuh pasti membawa kerugian, entah bagi orang yang marah atau yang dimarahi.  Oleh karena itu kita harus mampu ngejaga emosi biar ngga kehilangan kontrol diri, seperti ungkapan terkenal “kepala boleh panas tapi hati harus tetep dingin”.  Daripada buru-buru nanggepin komentar orang, dengerin dulu deh, dicerna dulu mungkin komentar itu ada benernya, minimal kita bisa nyusun argumentasi yang cerdas daripada ikut bersitegang.

BACA JUGA:  Renungan Harian Kejadian 8: 1-22 | Kegagalan Nuh Sebagai Suami

Intinya  milikilah pengendalian diri.  Buang tuh pikiran penuh kemarahan dan tenangkan diri dengan merenungkan fir-Tu.  Mumpung masih muda, belajar deh ngendalin diri!  Jangan ngebiarin emosi menguasai akal sehatmu.  Jangan juga meremehkan konsekuensi yang bakal ditimbulkan oleh kemarahanmu.  Karena bukan cuman orang lain yang bakal dirugiin, tapi kemarahan itu udah lebih dulu ngeracunin hati kamu sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *