Renungan-Harian-Lukas-22-39-46-Doa-Taat-Kepada-Allah

Renungan Harian Lukas 22:39-46 | Doa: Taat Kepada Allah (1)

Renungan Harian Lukas 22:39-46. Apakah yang Yesus lakukan sesaat sebelum Ia disalibkan? Bagaimana isi doa Yesus? Kehendak siapakah yang diutamakan di dalam doa?

Doa: Taat Kepada Allah

Taat kepada Allah dan kehendak-Nya bukan perkara mudah. Pertama, ada kelemahan dan kecenderungan yang membuat kita tidak sepenuh hati mengasihi Allah dan menaati kehendak-Nya. Kedua, ada pencobaan dari si jahat yang ingin kita pro dia dan bukan pro Allah. Ketiga, karena beratnya konsekuensi dari menaati Allah yang harus kita tanggung.

Tuhan Yesus pasti memiliki hubungan akrab tanpa cacat dengan Allah Bapa-Nya di surga. Itu terbukti di dalam kebiasaan-Nya yang diketahui oleh para murid, yaitu berdiam diri dan berdoa di Bukit Zaitun (39). Namun doa Yesus kala itu berbeda sekali. Ia menjauh dari mereka, semacam isyarat bahwa pergumulan doa-Nya berbeda dari doa-doa mereka. Mereka harus dan perlu berdoa agar jangan jatuh ke dalam pencobaan.

Yang dimaksud adalah kondisi pencobaan yang dahsyat yang timbul terhadap para murid dalam kaitan dengan penangkapan dan penyaliban Yesus. Yesus sendiri memohon dalam kegentaran yang dahsyat sampai-sampai cucuran keringat-Nya menetes seperti tetesan darah. Ia memohon agar Bapa mengambil cawan yang melukiskan kesengsaraan (Yer. 49:12) yang berasal dari dicurahkannya murka Allah (Yer. 51:17, Yer. 25:15, Why. 15:7).

Tuhan Yesus memohon demikian bukan karena Ia tidak taat, tapi karena tahu benar betapa dahsyat tugas yang harus Ia ambil dalam menaati rencana Bapa menyelamatkan manusia dari murka Allah. Alangkah bedanya isi doa Tuhan Yesus dibandingkan dengan isi doa kita. Bahkan lebih beda lagi keseluruhan hidup doa Tuhan Yesus dengan hidup doa kita. Seperti para murid, kita perlu mendengar teguran Tuhan Yesus agar tidak malas berdoa.

Dengan belajar dari prinsip doa Tuhan Yesus kita bentuk kehidupan doa dan isi doa yang taat penuh kepada Allah dengan segala konsekuensinya. Jika ingin luput dari pencobaan dan maju dalam kehidupan rohani kita, kita perlu dengan penuh hasrat berdoa tentang segala yang kita mohonkan: “Jangan kehendakku, kehendak-Mu jadilah, ya Bapa.”

Berdoalah seperti Yesus: “Bukan kehendakku, namun kehendak-Mu jadilah, ya Bapa!” (Renungan Harian Lukas 22:39-46 – GKBJ)

Leave a Reply