Renungan Filipi 2: 1-8 (Berkorban: Sifat Hamba Sejati). Untuk sebuah kekuasaan, kemashyuran dan ketenaran orang-orang bersedia mengorbankan apa saja untuk meraihnya.  Bahkan mengorbankan orang lain kalau perlu.  Ada juga orang yang menghitung-hitung untung rugi.  Oleh karena itu tidak heran apabila orang sulit berkorban apalagi sampai mati demi pengabdian dan pelayanan.

Berkorban: Sifat Hamba Sejati

Salah satu sifat orang Kristen sejati yaitu rela berkorban.  Yesus Kristus datang ke dunia ini untuk penemuan karena tidak ada satu pun yang dapat menemukan kehidupan manusia dari dosa (hubungan manusia dengan Allah sudah rusak).  Ada beberapa hal yang Yesus korbankan dari diri-Nya: Pertama, mendahulukan kepentingan orang lain/manusia (ay. 3-4).  Dosa manusia adalah urgen.  Kedua, rela melepaskan hak (ay. 5-7).  Dia yang tidak terbatas menjadi manusia dan dilahirkan di keluarga miskin dan di kandang yang hina.  Ketiga, Yesus rela menanggung penderitaan dan aib tak terperi (ay. 8).  Pengorbanan Yesus tidak tanggung-tanggung sampai mengorbankan nyawa mati disalib demi keselamatan manusia.

Sebagai orang percaya pengorbanan Kristus harus kita wujudkan dalam keseharian kita.  Kita perlu mengorbankan waktu kita, tenaga kita, uang kita, pikiran kita atau yang lebih ekstrem lagi, ada organ tubuh kita yang kita berikan atau sumbangkan kepada orang lain agar orang tersebut lebih lama hidup-mungkin dokter sudah memvonis kita tidak lama lagi akan meninggal oleh  karena penyakit yang mematikan.  Ingatlah, pengorbanan itu harga mati;  bukan didasarkan pada mood seseorang.  (thf)