TF Churchy - шаблон joomla Книги

Renungan Populer

Nyanyian Hari Ini

Gunung Kudus-Mu

Bawaku ke gunung kudusMu Di tempat kediamanMu
Biar kemuliaan melingkupi hidupku Dan jiwaku 'kan dipuaskan

Hanya dekatMu itu yang kuperlu Kau sumber penghiburanku
Dan Kau yang ubahkan air mataku Jadi lembah yang bermata air

more...

Print

Skala Prioritas

Rabu, 01 Juli 2015

Maka sekarang, arahkanlah hati dan jiwamu untuk mencari TUHAN, Allahmu. Mulailah mendirikan tempat kudus TUHAN, Allah. (1 Tawarikh 22:19)

Kisah sederhana ini menggambarkan cara kita mengatur prioritas. Seorang mahasiswa membuka laptop untuk mengerjakan tugas. Ia pun membuka situs yang mendukung tugasnya di internet. Tetapi, ketika muncul iklan film yang belum pernah dilihatnya, ia mengunduh dan menonton film itu hingga malam semakin larut. Sementara tugasnya belum jadi ia kerjakan sama sekali.

Berbeda dari mahasiswa di atas, Daud mampu menentukan prioritas dengan benar sebagai dasar pembangunan Bait Suci. Meskipun ia hanya membantu Salomo, putranya, Daud mempersiapkan banyak hal dengan baik. Pertama, firman yang telah Daud terima menjadi prinsip bagi seluruh tindakan Daud menyiapkan pembangunan Bait Allah. Kedua, penyiapan diri Salomo agar taat kepada Allah menempati prioritas mendahului persiapan material. Itulah sebabnya Daud berbicara mewakili Allah memberikan pesan kepada putranya ini. Sesudah kedua hal tersebut, barulah hal ketiga dimunculkan, yaitu penyediaan material.

Print

Kualitas Sahabat Sejati

30 Juni 2015

TUHAN akan ada di antara aku dan engkau serta di antara keturunanku dan keturunanmu sampai selamanya. (1 Samuel 20:42)

Socrates, filsuf Yunani, bertanya pada seorang lelaki tua tentang hal yang paling membuatnya bersyukur. Lelaki itu menjawab, "Di tengah pasang-surut hidup ini, saya sangat bersyukur karena memiliki sahabat-sahabat setia.” Ya, hidup menjadi lebih berarti jika kita punya sahabat.

Kepada Daud, Tuhan menganugerahkan Yonatan sebagai sahabat. Yonatan sahabat yang setia dan berani, padahal Saul, ayahnya, sangat membenci Daud. Yonatan mengasihi sahabatnya seperti jiwanya sendiri (ay. 17), bahkan berulang-ulang membela sahabatnya itu di hadapan Saul (ay. 32, juga 1 Sam 19:4) sehingga nyawanya menjadi taruhannya (ay. 33). Yonatan juga pemberi dorongan semangat dan tidak egois. Sebenarnya popularitas Daud merugikan kedudukan Yonatan sebagai putra mahkota. Tetapi, Yonatan tidak dengki, dan malah bersukacita menerima Daud sebagai raja Israel karena menyadari hal itu adalah pilihan Allah. Persahabatan mereka abadi dan tidak tergoyahkan karena berpegang pada prinsip: "Tuhan akan ada di antara aku dan engkau serta di antara keturunanku dan keturunanmu sampai selamanya" (ay. 42). Kasih Allah telah menyatukan mereka dan memelihara persahabatan antara Daud dan Yonatan.

Print

Teladan dalam Kebaikan

Senin, 29 Juni 2015

Dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu. (Titus 2:7)

Gerardo Gamboa adalah pengemudi taksi di Las Vegas. Suatu ketika ia menemukan uang senilai 300 ribu dolar di bangku belakang taksinya, dan ia mengembalikannya kepada si pemilik.

“Saya tidak mengharapkan imbalan. Saya hanya ingin melakukan hal yang benar,” kata Gamboa ketika diwawancarai Review Journal. Perusahaan taksi tempatnya bekerja sangat bangga akan kejujurannya. Mereka memberikan penghargaan pada Gamboa, hadiah uang sebesar 1.000 dolar, dan makan malam di restoran mewah untuk dua orang. Gamboa sangat bersyukur atas perhatian perusahaannya itu.

Print

Cinta Uang

Minggu, 28 Juni 2015

Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang dan karena memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. (1 Timotius 6:10).

Salah satu saudari kami ingin memperbaiki nasib dengan menggeluti bisnis melalui internet. Setelah beberapa bulan, kami melihat fokusnya mulai terarah pada uang. Saat berinteraksi dengan kami, ia lebih banyak membicarakan uang. Saat kami menasihatinya agar kembali berfokus pada Tuhan, ia membela diri dengan menjawab dirinya bekerja demi Tuhan. Nanti kalau bisnis maju, duitnya juga untuk Tuhan. Kenyataan berbicara lain. Ia memang jadi orang kaya, namun hidupnya berantakan. Ia cerai dengan suaminya, lalu kumpul kebo. Hubungannya dengan keluarga dan gereja pun kacau.


Download MP3

Kirim Renungan

Sudah siapkah saudara?